Menjadi Suami kedua Dari Bandar Sbobet Bola

Menjadi Suami kedua Dari Bandar Sbobet Bola

Sangat tak terpikirkan sama sekali untuk bisa Menjadi Suami kedua Dari Bandar Sbobet Bola yang sangat kaya itu. Pertama berjumpa dengannya disaat acara ulang tahun temanku yang juga seorang Agen Judi Bola Bonus Besar itu sangat beruntung sekali bagiku. Acara itu dibuat untuk memperingati ulang tahun teman yang sudah kukenal sejak dari sekolah dulu.

Menjadi Suami kedua Dari Bandar Sbobet Bola

Wanita itu juga diundang oleh temanku, karena mereka memang saling mengenal di bisnisnya yang mempunyai Situs Judi Bola Bonus Besar. Disanalah saya dikenalkan oleh temanku dengannya dan kami mulai berbincang-bincang selama pesta itu. Wanita itu menceritakan tentang dirinya yang menjadi seorang Bandar Judi Bola Bonus Besar, dan itu membuatku kaget sekali.

Sejak dari pertemuan di pesta temanku itu kami mulai dekat dan sering bertemu diluar untuk makan dan jalan-jalan. Tidak disangka sekali umurnya baru 27 tahun saja sudah kaya sekali dengan menjadi bandar besar dari Judi Bola Bonus Besar. Wajahnya juga sangat cantik sekali dengan bodynya yang sangat ramping itu.

Tertipu Dan Akhirnya Menjadi Suami Kedua Dari Bandar Judi Bola

Karena sudah dekat dan merasa sangat cocok sekali jadi kami putuskan untuk menikah. Yang kusesalkan darinya itu karena dia tidak pernah bercerita bahwa sudah memiliki suami pertamanya. Setelah menikah dia masi belum bercerita dan kami berbulan madu terlebih dahulu ke paris dan beberapa negara lainnya.

Setelah selesai berbulan madu inilah baru dia mulai bercerita bahwa dia sudah punya suami pertama dan mau saya menjadi suami keduanya. Mendengan itu diriku sangat kaget sekali, dan rasanya seperti sudah mau mati saja. Pelan-pelan istriku yang seorang bandar judi bola terus membujukku agar tidak marah dan mau mengikutinya.

Karena sudah terlanjur cinta dan tidak kuat juga dengan rayuan mautnya jadi saya pasrah saja menjadi suami keduanya. Lagian juga tidak rugi-rugi amat karena istriku ini sangat kaya sekali. Suami pertamanya juga sudah menyetujui hubungan kami berdua. Tapi karena malu jadi saya tidak pernah mau bertemu dengan suami pertamanya itu, dan juga agar tidak ada perselisihan nantinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *